Ayo Naik Bis Tingkat Keliling Tamasya di Semarang

Bus Pariwisata Murah

Bus Pariwisata Murah –  tingkat berkapasitas 70 orang kesudahannya dioperasikan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pelancong dapat berkeliling ke sejumlah daerah tamasya dengan bis hal yang demikian free.

Peluncuran dilaksanakan di halaman Balai Kota Semarang sekalian memperingati Hari Perhubungan. Bis dengan tagline “Yuk Muter-muter Semarang” cukup menarik perhatian sebab ukurannya yang besar dan berwarna merah.

Bis hal yang demikian mempunyai kapasitas 12 penumpang di lantai dasar dan di lantai atas dapat menampung 58 penumpang. Tempat cukup nyaman di pakai, malah ada fasilitas untuk difabel. Ada dua tempat duduk di kanan dan kiri.

Ada 3 trip untuk hari Senin-Kamis dan 4 trip untuk akhir minggu. Bis akan mulai mengangkut penumpang di Museum Mandala Bakti wilayah Tugu Muda Semarang.

“Biayanya free. Tiap hari Senin-Kamis 3 trip pagi, siang, petang. Hari libur 4 trip pagi, siang, agak petang, petang,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hendrar atau yang akrab disapa Hendi itu mengatakan anggaran yang dikeluarkan untuk membeli satu unit bis hal yang demikian yakni Rp 3,5 miliar. Tetapi Hendi yakin dengan bis hal yang demikian dapat memajukan pariwisata Kota Semarang.

“Tahun depan anggarkan lagi agar makin banyak, rute yang relatif murah juga makin banyak,” tandasnya.

Untuk ketika ini rute yang dilewati diawali dari Musemum Mandala Bakti-Jalan Imam Bonjol-Stasiun Poncol-Stasiun Tawang-Taman Srigunting-stop 15 menit-Jalan Pemuda-Lawang Sewu-Jalan Pandanaran-Simpang Lima-Jalan Pandanaran-Kampung Pelangi-stop 15 menit-Sam Po Kong-Bundaran Kalibanteng-Jalan Jenderal Sudirman-Tugu Muda-Museum Mandala Bhakti.

Tak cuma keliling ke daerah-daerah tamasya dan memandangnya, di dalam bis juga disediakan pemandu tamasya yang akan menerangkan destinasi-destinasi yang dilalui.

Hendi menghimbau supaya masyarakat turut bersama merawat bis tingkat hal yang demikian dan tak berperilaku iseng seperti mencoret-coret bis.

“Gampang-mudahan awet. Masyarakat juga pelihara, jangan naik terus corat-coret,” pungkasnya.

 

Baca Juga : Harga Bus Pariwisata